Selasa, 18 Januari 2011

Partai Komunis Indonesiap

Partai Nasional Indonesia
Partai Nasional Indonesia
A.Sejarah Perkembangan PNI :
Propaganda PNI di tahun 1920-an
  • 1927 - Didirikan di Bandung oleh para tokoh nasional seperti Dr. Tjipto Mangunkusumo, Mr. Sartono, Mr Iskaq Tjokrohadisuryo dan Mr Sunaryo. Selain itu para pelajar yang tergabung dalam Algemeene Studie Club yang diketuai oleh Ir. Soekarno turut pula bergabung dengan partai ini.
  • 1928 - Berganti nama dari Perserikatan Nasional Indonesia menjadi Partai Nasional Indonesia
  • 1929 - PNI dianggap membahayakan Belanda karena menyebarkan ajaran-ajaran pergerakan kemerdekaan sehingga Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan perintah penangkapan pada tanggal 24 Desember 1929. Penangkapan baru dilakukan pada tanggal 29 Desember 1929 terhadap tokoh-tokoh PNI di Yogyakarta seperti Soekarno, Gatot Mangkupraja, Soepriadinata dan Maskun Sumadiredja
  • 1930 - Pengadilan para tokoh yang ditangkap ini dilakukan pada tanggal 18 Agustus 1930. Setelah diadili di pengadilan Belanda maka para tokoh ini dimasukkan dalam penjara Sukamiskin, Bandung.[3] Dalam masa pengadilan ini Ir. Soekarno menulis pidato "Indonesia Menggugat" dan membacakannya di depan pengadilan sebagai gugatannya.
  • 1931 - Pimpinan PNI, Ir. Soekarno diganti oleh Mr. Sartono. Mr. Sartono kemudian membubarkan PNI dan membentuk Partindo pada tanggal 25 April 1931.[3] Moh. Hatta yang tidak setuju pembentukan Partindo akhirnya membentuk PNI Baru. Ir. Soekarno bergabung dengan Partindo.
  • 1933 - Ir. Soekarno ditangkap dan dibuang ke Ende, Flores sampai dengan 1942.
  • 1934 - Moh. Hatta dan Syahrir dibuang ke Bandaneira sampai dengan 1942.
  • 1955 - PNI memenangkan Pemilihan Umum 1955.
  • 1973 - PNI bergabung dengan empat partai peserta pemilu 1971 lainnya membentuk Partai Demokrasi Indonesia.
  • 1998 - Dipimpin oleh Supeni, mantan Duta besar keliling Indonesia, PNI didirikan kembali.
  • 1999 - PNI menjadi peserta pemilu 1999.
  • 2002 - PNI berubah nama menjadi PNI Marhaenisme dan diketuai oleh Sukmawati Soekarno, anak dari Soekarno.


B.Tokoh-tokoh dan mantan tokoh-tokoh
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8b/MuseumSumpahPemuda-10-PartaiNasionalIndonesia.jpg/300px-MuseumSumpahPemuda-10-PartaiNasionalIndonesia.jpg
http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png
Foto para pendiri PNI yang merupakan arsip dari gedung Museum Sumpah Pemuda.
·         Partai Nasional Indonesia (PNI)







C.Sejarah Umum PNI

Algemene Studie Club di Bandung yang didirikan oleh Ir. Soekarno pada
tahun 1925 telah mendorong para pemimpin lainnya untuk mendirikan partai
politik, yakni Partai Nasional Indonesia ( PNI). PNI didirikan di Bandung pada
tanggal 4 Juli 1927 oleh 8 pemimpin, yakni dr. Cipto Mangunkusumo, Ir.Anwari, Mr. Sartono, Mr. Iskak, Mr. Sunaryo, Mr. Budiarto, Dr. Samsi, dan Ir.
Soekarno sebagai ketuanya. Kebanyakan dari mereka adalah mantan anggota
Perhimpunan Indonesia di Negeri Belanda yang baru kembali ke tanah air.
Keradikalan PNI telah tampak sejak awal berdirinya. Hal ini terlihat dari
anggaran dasarnya bahwa tujuan PNI adalah Indonesia merdeka dengan strategi
perjuangannya nonkooperasi. Untuk mencapai tujuan tersebut maka PNI berasaskan
pada self help, yakni prinsip menolong diri sendiri, artinya memperbaiki keadaan
politik, ekonomi, dan sosial budaya yang telah rusak oleh penjajah dengan kekuatan
sendiri; nonkooperatif, yakni tidak mengadakan kerja sama dengan pemerintah
Belanda; Marhaenisme, yakni mengentaskan massa dari kemiskinan dan
kesengsaraan.
           Untuk mencapai tujuan tersebut, PNI telah menetapkan program kerja
sebagaimana dijelaskan dalam kongresnya yang pertama di Surabaya pada tahun
1928, seperti berikut.
1) Usaha politik, yakni memperkuat rasa kebangsaan (nasionalisme) dan kesadaran
atas persatuan bangsa Indonesia, memajukan pengetahuan sejarah
kebangsaan, mempererat kerja sama dengan bangsa-bangsa Asia, dan menumpas
segala rintangan bagi kemerdekaan diri dan kehidupan politik.
2) Usaha ekonomi, yakni memajukan perdagangan pribumi, kerajinan, serta
mendirikan bank-bank dan koperasi.
3) Usaha sosial, yaitu memajukan pengajaran yang bersifat nasional, meningkatkan
derajat kaum wanita, memerangi pengangguran, memajukan
transmigrasi, memajukan kesehatan rakyat, antara lain dengan mendirikan
poliklinik.
          Untuk menyebarluaskan gagasannya, PNI melakukan propagandapropaganda,
baik lewat surat kabar, seperti Banteng Priangan di Bandung dan
Persatuan Indonesia di Batavia, maupun lewat para pemimpin khususnya Ir.
Soekarno sendiri. Dalam waktu singkat, PNI telah berkembang pesat sehingga
menimbulkan kekhaw-tiran di pihak pemerintah Belanda. Pemerintah kemudian
memberikan peringatan kepada pemimpin
PNI agar menahan diri dalam
ucapan, propaganda, dan tindakannya.
Dengan munculnya isu bahwa
PNI pada awal tahun 1930 akan
mengadakan pemberontakan maka
pada tanggal 29 Desember 1929,
pemerintah Hindia Belanda mengadakan
penggeledahan secara besarbesaran
dan menangkap empat
pemimpinnya, yaitu Ir. Soerkarno,
Maskun, Gatot Mangunprojo dan
Supriadinata. Mereka kemudian
diajukan ke pengadilan di Bandung.
Dalam sidang pengadilan, Ir. Soerkarno mengadakan pembelaan dalam judul
Indonesia Menggugat. Atas dasar tindakan melanggar Pasal "karet" 153 bis
dan Pasal 169 KUHP, para pemimopin PNI dianggap mengganggu ketertiban
umum dan menentang kekuasaan Belanda sehingga dijatuhi hukuman penjara
di Penjara Sukamiskin Bandung.
Sementara itu, pimpinan PNI untuk sementara dipegang oleh Mr. Sartono
dan dengan pertimbangan demi keselamatan maka pada tahun 1931 oleh
pengurus besarnya PNI dibubarkan. Hal ini menimbulkan pro- dan kontra.
Mereka yang pro-pembubaran, mendirikan partai baru dengan nama Partai
Indonesia (Partindo) di bawah pimpinan Mr. Sartono. Kelompok yang kontra,
ingin tetap melestarikan nama PNI dengan mendirikan Pendidikan Nasional
Indonesia (PNI-Baru) di bawah pimpinan Drs. Moh. Hatta dan Sutan Syahrir.

 Gerakan Wanita
Munculnya gerakan wanita di Indonesia, khusunya di Jawa dirintis oleh
R.A. Kartini yang kemudian dikenal sebagai pelopor pergerakan wanita
Indonesia. R.A. Kartini bercita-cita untuk mengangkat derajat kaum wanita
Indonesia melalui pendidikan. Cita-citanya tersebut tertulis dalam surat-suratnya
yang kemudian berhasil dihimpun dalam sebuah buku yang diterjemahkan dalam
judul Habis Gelap Terbitlah Terang. Cita-cita R.A. Kartini ini mempunyai
persamaan dengan Raden Dewi Sartika yang derjuang di Bandung.
Semasa Pergerakan Nasional maka muncul gerakan wanita yang bergerak
di bidang pendidikan dan sosial budaya. Organisasi-organisasi yang ada, antara lain
sebagai berikut.
1) Putri Mardika di Batavia (1912) dengan tujuan membantu keuangan bagi
wanita-wanita yang akan melanjutkan sekolahnya. Tokohnya, antara lain R.A.
Saburudin, R.K. Rukmini, dan R.A. Sutinah Joyopranata.
2) Kartinifounds, yang didirikan oleh suami istri T.Ch. van Deventer (1912)
dengan membentuk sekolah-sekolah Kartinibagi kaum wanita, seperti di
Semarang, Batavia, Malang, dan Madiun.
3) Kerajinan Amal Setia, di Gadang Sumatra Barat oleh Rohana Kudus (1914).
Tujuannya meningkatkan derajat kaum wanita dengan cara memberi pelajaran
membaca, menulis, berhitung, mengatur rumah tangga, membuat
kerajinan, dan cara pemasarannya.
4) Aisyiah, merupakan organisasi wanita Muhammadiyah yang didirikan oleh
Ny. Hj. Siti Walidah Ahmad Dahlan (1917). Tujuannya untuk memajukan
pendidikan dan keagamaan kaum wanita.
5) Organisasi Kewanitaan lain yang berdiri cukup banyak, misalnya Pawiyatan
Wanito di Magelang (1915), Wanito Susilo di Pemalang (1918), Wanito
Rukun Santoso di Malang, Budi Wanito di Solo, Putri Budi Sejati di Surabaya
(1919), Wanito Mulyo di Yogyakarta (1920), Wanito Utomo dan Wanito
Katolik di Yogyakarta (1921), dan Wanito Taman Siswa (1922).
Organisasi wanita juga muncul di Sulawesi Selatan dengan nama Gorontalosche
Mohammadaanche Vrouwenvereeniging. Di Ambon dikenal dengan
nama Ina Tani yang lebih condong ke politik.
Sejalan dengan berdirinya organisasi wanita, muncul juga surat kabar wanita
yang bertujuan untuk menyebarluaskan gagasan dan pengetahuan kewanitaan.
Surat kabar milik organisasi wanita, antara lain Putri Hindia di Bandung, Wanito
Sworo di Brebes, Sunting Melayu di Bukittinggi, Esteri Utomo di Semarang,
Suara Perempuan di Padang, Perempunan Bergolak di Medan, dan Putri
Mardika di Batavia.
Puncak gerakan wanita, yaitu dengan diselenggarakannya Kongres Perempuan
Indonesia I pada tanggal 22–25 Desember 1928 di Yogyakarta. Kongres
menghasilkan bentuk perhimpunan wanita berskala nasional dan berwawasan
kebangsaan, yakni Perikatan Perempuan Indonesia (PPI). Dalam Kongres Wanita
II di Batavia pada tanggal 28–31 Desember 1929 PPI diubah menjadi Perikatan
Perhimpunan Isteri Indonesia (PPII). Kongres Wanita I merupakan awal dari
bangkitnya kesadaran nasional di kalangan wanita Indonesia sehingga tanggal
22 Desember ditetapkan sebagai hari Ibu.

Jumat, 31 Desember 2010

Laporan Widya Wisata Bali

SMP 4 RANDUBLATUNG


SMPN 4 RANDUBLATUNG
Terletak di Jalan Menden Km.4,5 Temulus,Randublatung 58382

VISI :
PRESTASI MENINGKAT TRAMPIL BERPRIBADIAN

MISI :
    1.  Menerapkan kedisiplinan dalam PBM
    2  .Melaksanakan pembinaan secara intensif dalam bidang olahraga
    3.  Melaksanakan pembinaan secara intensif dalam pengoperasian komputer
    4.  Mengembangkan penerapan dalam penerapan kegiatan sehari-hari yang berlandaskan nilai Religi
    5.  Melaksanakan pembinaan secara intensif dalam penerapan kedisiplinan,kerapian,kesopanan &    ketertiban.


     Berdiri sejak tahun 2003 hingga sekarang.Saya merupakan alumni angkatan 2008/2009,dan alhamdulilah lulus seratus persen (100%).Berkat kerja keras dan doa. Bekerja keras Les setiap hari,dan kegiatan istigosah setiap satu minggu sekali.


      Alumni SMPN 4 Randublatung membuat perkumpulan comunyty dengan nama "A'SERA"  (Alumni Smp Empat Randublatung).Dimana di ketuai oleh anak dari guru Matematika faforit kami,yaitu Alfian. Kami alumni yang saling berkomunikasi lewat Facebook.Apabila anda ingin bergabung bisa Add di ALUMNI SMP 4 RANDUBLATUNG. Yang banyak informasi tentang kami.

Disamping adalah undangan reoni yang seyogyanya di laksanakan pada tanggal 1 Januari 2011 tepatnya pada tahun baru. karena suatu halangan kita hanya berkumpul-kumpul teman lama sembari makan-makan. Selain hari itu sebaga reuni tangal 31 Desember merupakan pengesahan sekolah ini.Jadi bertepatan pada ultah SMP 4 RANDUBLATUNG
        Disamping adalah foto pembina Gerakan Pramuka pada saat halangrintang sekitar bulan Mei.Semua adalah anggota anggota Gerakan Pramuka SMA 1 RANDUBLATUNG, yang tergabung dalam Bantara..Up's....Gak pake rompi kebanggaan,kecuali 2 orang adalah Kakak pembina dari sekolah itu sendiri (Smp 4 Raandublatung).Kegiatan pramuka di selenggaraakan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan rasa minat di benak siswa.Dan dilaksanakan sebagai ekstrakurikurel yang diadakan setiap hari Sabtu.Itu sekilas tentang foto di samping.
     

   





Kamis, 30 Desember 2010

Rudianto



      Salam jumpa dan kenal bagi setiap pembaca, nama saya Rudi,lengkapnya M.Rudianto. Sekarang saya duduk di bangku SMA ,tepatnya di "SMARANSA",SMA 1 Randubatung.Aku adalah anak ke tiga dari tiga besaudara,orang jawa bilang anak ruju.
     Saya bertempat tinggal di suatu desa,ya.. lumayan jauh dari pusat kota/kabupaten. Tepatnya di dusun Sambong Macan Mbangi,desa Sumber  Rt.1/VIII. kecamatan Kradenan,kabupaten Blora.Ini adaah kawasan pedesaan yang masih alami,udara segar persawahan menyambut apabila anda berkunjung ke tempatku.....
      Foto profil ku ni ku ambil dari Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali.Dimana saat itu sedang liburan semerteran ples acara widya wisata.Di samping kanan foto aq dengan 3 temanku,secara baju biru di hitung dua.Hahahaha,becanda...

SALAN KENAL & DAMAI DARIKU...........................